SUKACITA DALAM PENGHARAPAN: Rekoleksi Komunitas Lansia Simeon Hana Dekenat Tangerang I

52

Rekoleksi Komunitas Lansia Simeon Hana

Siapakah yang disebut lansia ?

Lansia adalah setiap orang yang memasuki fase perkembangan lanjut usia dalam kehidupan, mereka yang disebut lansia umumnya memasuki usia 60 tahun keatas. Untuk itu Komunitas Lansia Adiyuswo Simeon Hana Dekenat Tangerang I menyelenggarakan Rekoleksi berjudul “Sukacita dalam Pengharapan” pada Sabtu, 22 Maret 2025 bertempat di GKP Gereja Agustinus Karawaci Tangerang bersama narasumber Pastor Tarcisius Warhadi Hardjasemeru, OSC (pastor rekan Gereja Agustinus Paroki Karawaci Tangerang).

Acara ini diharapkan memberikan pencerahan dan memberi semangat para pengurus & anggota Komunitas Lansia Simeon Hana Dekenat Tangerang I yang hadir dari 6 Paroki yaitu Paroki Karawaci Gereja Agustinus, Paroki Curug Gereja St. Helena, Paroki Tangerang Gereja HSPMTB, Paroki Pinang Gereja St. Bernadet, Paroki Kutabumi Gereja Gregorius dan Paroki Citra Raya Gereja St. Odilia. Hadir pula perwakilan Pengurus Komunitas Lansia Simeon Hana Keuskupan Agung Jakarta.

Perubahan Fisik dan Psikologis

Kita perlu menyadari bahwa terjadi perubahan fisik pada lansia yaitu tenaga berkurang, energi menurun, kulit keriput, gigi mulai rontok, tulang–tulang makin rapuh, gangguan pernafasan, pendengaran, penglihatan, indra pengecap, saraf, jantung  dsb Perubahan psikologis yaitu ketergantungan kepada orang lain, menarik diri dari masyarakat dan meningkatnya emosi dan sensitifitas sampai munculnya depresi.  Gejala depresi pada umumnya yaitu penurunan motivasi dalam hidup, perasaan sedih yang berkelanjutan, kecemasan yang berkepanjangan, dan sering sulit tidur, perubahan emosi tanpa sebab yang pasti.

Gejala Amnesia dan Dimesia, Insomnia, Alzeimer

Gangguan ingatan pada lansia yang diakibatkan oleh banyak faktor, diantaranya karena penurunan kinerja fungsi syaraf otak. Gejalanya adalah menurunnya daya ingat sementara atau permanen, sering mengalami kebingungan dan kesulitan mengenal lokasi. Gangguan dalam memori jangka pendek, pikiran, kemampuan dalam bicara dan gangguan kemampuan motorik sampai berubahnya kepribadian.

Perubahan suasana hati dan munculnya sikap apatis. Penurunan ingatan dan fungsi otak karena kematian sel otak yang disebabkan oleh kekurangan  oksigen, kekurangan vitamin, infeksi dan tumor.

Selain itu ada gejala insomnia adalah gangguan tidur dan alzeimer yaitu penurunan ingatan dan fungsi otak karena kematian sel otak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen, kekurangan vitamin, infeksi  dan tumor.

Membangun sukacita dalam hidup

Untuk membantu mengatasi gejala-gejala tersebut di atas, berikut ini beberapa contoh kegiatan yang perlu dilakukan lansia adalah :

  • Rekreasi : mengisi waktu luang untuk bersosialisasi dengan sekitar yang dapat menghilangkan rasa bosan dan membangun suasana gembira dalam hati
  • Kegiatan keagamaan : di masa lansia orang sudah berfikir tentang akhir hidup menghadap Tuhan dengan cara yang baik, maka sering melakukan kegiatan keagamaan ibadah sebagai upaya meningkatkan ketenangan rohani dan jiwa untuk memperteguh iman dalam pengharapan pada Tuhan
  • Ikut kegiatan komunitas : seperti perkumpulan hobi, olahraga, keagamaan dan kegiatan sosial menjadi salahsatu terapi alami bagi para lansia dalam menjaga hubungan sosial dan komunikasi yang baik
  • Berkumpul bersama keluarga : keluarga adalah lingkungan terdekat lansia, maka idealnya tinggal bersama keluarga yang bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi lansia.

Membangun Sikap Hidup yang Positif

 Membangun sikap optimis dan meyakini bahwa hidup di masa lansia masih berguna

  • Menerapkan pemikiran yang positif terhadap sesama dan alam lingkungan sekitar
  • Bersyukur bahwa hidup ini berkah penuh kebaikan
  • Menerima diri apa adanya
  • Membangun hidup harmonis dengan pasangan, keluarga dan lingkungan sekitar
  • Bersikap rendah hati, menghargai dan menerima orang lain apa adanya dan tetap mau belajar dari orang lain
  • Menghadapi peristiwa hidup yang tidak sesuai kehendak dengan sabar menerima apa adanya dan berpikir positif

Sesi oleh  Pastor Tarcisius Warhadi Hardjasemeru, OSC  ditutup dengan kata bijak : Menerima dan meyakini bahwa “Tua adalah Anugerah Allah, yang pantas disyukuri dengan penuh Sukacita”.

Untuk sesi berikutnya disampaikan sharing kegiatan dari masing-masing paroki di Dekenat Tangerang I sebagai Aksi Nyata dalam Ardas KAJ & Yubiluem 2025 yaitu Kepedulian kepada yang Membutuhkan, Lemah dan Miskin.

Rekoleksi ini berlangsung meriah dan penuh sukacita dan diharapkan kita lebih peduli dan mengajak para lansia untuk aktif berkegiatan dalam komunitas dan membantu mereka yang membutuhkan perhatian. “Tetap semangat dan jangan lupa bahagia & sukacita” ujar Ibu Irmina Wiwiek Koodinator Komlan Dekenat Tangerang I

 

Penulis

Theresia Atiek

Humas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here