 Saat bertemu pastor-pastor paroki se-Dekenat Jakarta Barat II di Wisma Siti Mariam, Kedoya (3/8/2009), Bapak Uskup kembali menekankan pentingnya Pastoral Berbasis Data. “Makin mendesak (untuk) membuat lingkungan menjadi basis data paroki-paroki. Tiap lingkungan harus membuat tim pendataan sendiri, bisa melibatkan kaum muda, didampingi oleh Dewan Paroki,” jelas beliau.
Menurut Bapak Uskup, pendataan umat semakin marak dilaksanakan di paroki-paroki menjelang kunjungan Uskup. Hal ini menunjukkan pengumpulan dan pembaruan data umat belum menjadi upaya rutin tiap lingkungan dan paroki. Untuk itu, beliau mengharapkan pendataan umat dan pembaruannya dilakukan lebih sering dari biasanya (setahun sekali). “Tiap paroki perlu membarui data umat dua kali dalam setahun, dan (hal ini) dikoordinasikan lebih lanjut bersama Romo Purbo (Sekretaris KAJ),” tambah beliau.
Pentingnya pastoral berbasis data yang ditegaskan Bapak Uskup tersebut memang disadari para pastor paroki. “Kami, para imam, merasa masih berpastoral secara reaktif, belum berpastoral berbasis data,” komentar Psr. Agis, O.Carm, pastor paroki Maria Bunda Karmel, Tomang. “Ke depan, cara berpastoral berbasis data perlu lebih kami tingkatkan,” katanya.
Sementara itu, ajakan Bapak Uskup untuk membentuk tim pendataan di tiap lingkungan disambut baik oleh Pst. Treka Pr, pastor paroki St. Thomas Rasul, Bojong Indah. “Agar (tim itu) mampu mendata setiap umat baru yang sebelumnya belum terdata,” jelas Pst. Treka Pr.
Terkait pembaruan data umat, Pst. Y. Purbo Tamtomo Pr, Sekretaris KAJ, menginformasikan, pengiriman data statistik umat setiap paroki ke Sekretariat Keuskupan dijadwalkan setiap bulan Maret, dengan toleransi keterlambatan hingga bulan April. “Nantinya akan ditentukan pada bulan apa pengiriman data statistik umat selain di bulan Maret sehingga (pembaruan data) menjadi dua kali setahun,” jelasnya. [Felix Iwan Wijayanto]
|