|
Page 9 of 13
Mgr. Petrus Maria Vrancken Pr - Vikaris Apostolik II
1847 - 1874
Pastor Petrus Maria Vrancken Pr, pastor kepala di Sittard, diangkat menjadi Vikaris Apostolik Batavia yang kedua pada tanggal 4 Juli 1847 oleh Paus Pius IX. Saat itu beliau berusia 40 tahun. Pertengahan Desember 1847, beliau berangkat ke Indonesia bersama dua imam baru. Kehidupan rohani umat Vikariat Apostolik Batavia pada waktu itu sangat memprihatinkan. Dari sekitar 600 orang Katolik waktu itu hanya 25 orang yang menerima komuni suci pada waktu Paskah.
Meski demikian, beliau sangat memperhatikan dan melayani umat. Bukan hanya di antara orang-orang Eropa atau Indo, tapi juga masyarakat pribumi. Beliau sempat menulis kepada Prefek Scholten bahwa beliau sedang berfikir untuk mendirikan semacam seminari. Mengapa? "Kita membutuhkan imam-imam pribumi", tulis beliau.
Mengingat wilayah yang begitu luas - meliputi seluruh Nusantara- sedangkan pekerja sedikit (hanya delapan imam), beliau memandang perlu mendatangkan tenaga misionaris lainnya. Yang pertama datang adalah tujuh orang suster Ursulin pada tanggal 7 Februari 1856. Disusul dua imam Jesuit pada pertengahan
1859 dan dan mereka beliau tugaskan berkarya di Paroki Surabaya.
Setelah beberapa tahun kesehatan beliau menurun. Pada tahun 1871, beliau terpaksa pulang ke Belanda untuk berobat, dan menunjuk Pastor Adamus Carolus Claessens Pr sebagai Pro-Vikaris. Pada tahun 1874, Mgr. Petrus Maria Vrancken Pr mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatan Vikaris Apostolik Batavia.
(Sumber teks: Website Katedral Jakarta http://www.katedraljakarta.or.id. Sumber foto: Adolf Heuken, SJ. 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta. Cipta Loka Caraka. Jakarta. 2007)
|
|
Last Updated ( Tuesday, 13 July 2010 )
|