|
Page 3 of 13
Mgr. Adrianus Djajasepoetra, SJ
1953 - 1961 Vikaris Apostolik
1961 - 1970 Uskup Agung
Beliau lahir dan dibesarkan di selatan keraton Yogyakarta. Ketika Pastor Djajasepoetra pada tanggal 18 Februari 1953 dipilih oleh Sri Paus menjadi Vikaris Apostolik Jakarta, beliau menjabat sebagai rektor dari Kolose Santo Ignatius di Yogyakarta. Sebagai imam muda, beliau berkarya di gereja Kota Baru dan Pugeran Yogyakarta, lalu selama dua tahun meringkuk dalam tahanan Jepang di Cipinang Jakarta dan Sukamiskin Bandung. Keluar dari penjara, pelbagai tugas dalam masa yang sulit itu ditumpuk-tumpuk di pundaknya: rektor Kolsani dan Seminari Agung, wakil pimpinan Serikat Yesus dan provikaris dalam wilayah Republik Indonesia yang masih dikepung oleh tentara Belanda.
Adrianus Djajasepoetra, SJ ditahbiskan menjadi uskup pada tanggal 23 April 1953 oleh Duta Vatikan Mgr. De Jonghe D'Ardoye, dengan bantuan Mgr. Soegijapranata, SJ dari Semarang dan Mgr. Arntz dari Bandung.
Dalam periode ini, kabupaten Bogor keluar dari wilayah Vikariat Apostolik Jakarta dan masuk ke dalam Prefektur Apostolik Sukabumi. Lalu, Tahta Suci meningkatkan status Vikariat Apostolik Jakarta menjadi Keuskupan Agung pada 3 Januari 1961.
Kondisi sosial politik yang terjadi di Indonesia memberi dampak dalam kepemimpinan Mgr. Adrianus Djajasepoetra, SJ. Dengan gigih beliau menentang intrik-intrik politik yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin. Sementara itu, di dalam Gereja terjadi perubahan besar dengan adanya Konsili Vatikan II (1962-1965) yang mulai mengubah dan memperbaharui banyak hal dalam tubuh Gereja.
Ketika Mgr Djajasepoetra mencapai usia 76 tahun, beliau mohon kepada Sri Paus agar dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Uskup Agung Jakarta. Beliau kemudian tinggal di Girisonta - Jawa Tengah.
(Sumber teks: Website Katedral Jakarta http://www.katedraljakarta.or.id. Sumber foto: Adolf Heuken, SJ. 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta. Cipta Loka Caraka. Jakarta. 2007)
|