|
Page 2 of 13

Mgr. Leo Soekoto, SJ - Uskup Agung
1970 - 1995
Mgr Leo Soekoto lahir di desa Jali, Kelurahan Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Yogyakarta pada tanggal 23 Oktober 1920. Baru pada usia 15 tahun, putera Pak Lurah dari desa Jali itu dibaptis, bahkan tidak lama kemudian ia membiarkan diri dituntun oleh rahmat Allah menuju imamat.
Orangnya pintar, maka tidak mengherankan atasannya menugaskan pastor muda, yang pada tahun 1953 ditahbiskan menjadi imam di Maastricht, melanjutkan studinya di Universitas Gregoriana di Roma, sebuah perguruan tinggi yang tersohor. Setelah menyelesaikan pendidikannya di fakultas Hukum Gereja, beliau menjadi dosen dan rektor di Seminar Tinggi Santo Paulus di Yogyakarta sampai saat beliau pada tahun 1966 dipanggil ke Jakarta untuk mendampingi Bapak Uskup Adrianus Djajasepoetra, SJ yang sudah tua. Selain itu, dia ditugaskan juga menjadi pastor paroki di Santo Yohanes Penginjil, Blok B, Kebayoran Baru. Beliau mempunyai dua saudara: kakaknya, Pastor Soenarjo, SJ menjadi pemimpin Serikat Yesus di Indonesia antara 1966 dan 1974 dan yang perempuan menjadi Ibu Lurah.
Pada tanggal 15 Agustus 1970, Pastor Leo Soekoto ditahbiskan menjadi Uskup Agung Jakarta di Istora Senayan oleh Bapak Kardinal Justinus Darmojuwono.
Pada masa penggembalaan beliau, diadakanlah Sinode untuk pertama kalinya di KAJ yang berlangsung dari 18 November 1988 sampai 15 Agustus 1990.
Mgr. Leo Soekoto, SJ menggembalakan umat KAJ selama 25 tahun. Pada 10 November 1995, dalam usia 75 tahun, beliau meletakkan jabatannya karena sakit. Pada tanggal 30 Desember 1996, beliau dipanggil Tuhan.
(Sumber teks: Website Katedral Jakarta http://www.katedraljakarta.or.id. Sumber foto: Adolf Heuken, SJ. 200 Tahun Gereja Katolik di Jakarta. Cipta Loka Caraka. Jakarta. 2007)
|