|
Page 1 of 13
Mgr. Ignatius Suharyo
2010 - sekarang
Mgr. Ignatius Suharyo putra Bapak Florentinus Amir Hardjodisastra (alm.) dan Ibu Theodora Murni Hardjodisastra. Beliau lahir di Sedayu, Yogyakarta, 9 Juli 1950, sebagai anak dari 10 bersaudara, tiga puteri dan enam putera, dan yang satu meninggal dunia. Dari enam putera tersebut, dua orang menjadi imam, yaitu Pst. Suitbertus Sunardi, OCSO (Rawaseneng) dan Pst. Ignatius Suharyo Pr. Dari tiga puteri, dua orang menjadi suster, yakni Sr. Marganingsih dan Sr. Sri Murni.
Pada tahun 1968 Ignatius Suharyo mulai mengolah panggilan sebagai imam di SMA Seminari Mertoyudan (Magelang). Seusai berstudi tingkat SMA, beliau melanjutkan studi di IKIP Sanata Dharma (Yogyakarta). Pada tahun 1971 beliau mencapai tingkat Sarjana Muda Filsafat/Teologi, kemudian tahun 1976 mencapai Sarjana Filsafat/Teologi (S1). Studi terakhir beliau selesaikan hingga mencapai tingkat Doktor Theologi Biblicum di Universitas Urbaniana (Roma, Italia) pada tahun 1981.
Beliau ditahbiskan sebagai imam praja/diocesan Keuskupan Agung Semarang pada 26 Januari 1976.
Karya penggembalaan Pst. Ignatius Suharyo Pr antara lain:
- Pengajar Sekolah Tinggi Kateketik STFK Pradnyawidya, Yogyakarta (1981-1991)
- Ketua Jurusan Filsafat dan Sosiologi-FIP IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (1983-1993)
- Dosen Pengantar dan Ilmu Tafsir Perjanjian Baru pada Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta (1989)
- Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (1993-1997)
- Pengajar Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, dan Unika Parahyangan Bandung (1994-1996)
- Direktur Program Pascasarjana Univ Sanata Dharma, Yogyakarta (1996-1997)
- Pernah menjadi Guru Besar Ilmu Theologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
- Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang (s.d. 1997)
- Ketua Konsorsium Yayasan Driyarkara (1997)
- Ketua UNIO (Persaudaraan Imam-imam Praja) Keuskupan Agung Semarang
- Penulis buku, artikel, penerjemah/penyadur
Buku-buku yang pernah beliau tulis antara lain:
- Membaca Kitab Suci: Paham-paham Dasar

- Membaca Kitab Suci: Tulisan-tulisan Perjanjian Lama
- Membaca Kitab Suci: Tulisan-tulisan Perjanjian Baru
- Pengantar Injil Sinoptik
- Mengenal Alam Hidup Perjanjian Lama
- Kitab Wahyu, Paham dan Maknanya Bagi Hidup Kristen
- Datanglah Kerajaanmu
- Kisah Sengsara Yesus dalam Injil Sinoptik
- The Catholic Way, Kekatolikan dan Keindonesian Kita
Beliau juga banyak menulis terjemahan/saduran dari karya-karya Henri J.M. Nouwen, antara lain:
- Menggapai Kematangan Hidup Rohani
- Dengan Tangan Terbuka
- Engkau Dikasihi
- Kembalinya Si Anak Hilang
- Cakrawala Hidup Baru
- Pelayanan yang Kreatif
Pada 21 April 1997, Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II mengumumkan pengangkatan Pst. Ignatius Suharyo Pr menjadi Uskup Agung Semarang, menggantikan Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Beliau ditahbiskan sebagai Uskup di GOR Jatidiri Semarang Pada tanggal 22 Agustus 1997, dengan Semboyannya "Serviens Domino Cum Omni Humilitate" (Act 20:19) yang artinya "Aku Melayani Tuhan Dengan Segala Rendah Hati" (Kisah Para Rasul 20:19).
Pada 2 Januari 2006, beliau ditetapkan sebagai Uskup Militer menggantikan Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Kemudian beliau ditetapkan sebagai Uskup Agung Koajutor untuk Keuskupan Agung Jakarta pada tanggal 25 Juli 2009.
Pada hari Senin, 28 Juni 2010 pk. 12.00 waktu kota Roma atau pk. 17.00 WIB, Bapa Suci Paus Benediktus XVI mengumumkan telah menerima permohonan pengunduran diri Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ sebagai Uskup Agung Jakarta. Pada saat itulah secara otomatis Mgr, Ignatius Suharyo secara resmi menggantikan Bapak Kardinal sebagai Uskup Agung Jakarta.
[Ditulis ulang dari sumber: J. Pujasumarta. "Mgr. Ignatius Suharyo Uskup Agung Coadjutor Jakarta". Milis
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . 26 Juli 2009]
Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ
1996 - 2010
     
| Masa Kecil |
| 20 Desember 1934 |
Lahir di Muntilan, Jawa Tengah sebagai bungsu dari enam bersaudara pasangan Joachim Djasman Darmaatmadja dan Maria Siti Supartimah, sebuah keluarga sederhana yang berjiwa sosial. |
| 21 Desember 1934 |
Dibaptis di Gereja St. Antonius Muntilan, dengan nama pelindung Julius. |
| 1940-1941 |
Belajar di Sekolah Rakjat (SR) Kanisius, Salam. |
| 1942 |
Jepang menyerbu Hindia Belanda, Julius ikut keluarga mengungsi dan berpindah-pindah tempat tinggal. |
| 1942-1943 |
Belajar di kelas II dan III SR Negeri Semen, Salam. |
| 1944-1947 |
Melanjutkan pendidikan di kelas IV hingga tamat SR Wonosari, Muntilan. |
| 1949 |
Melanjutkan pendidikan di SMP Kanisius, Muntilan. |
| |
|
| Panggilan di Masa Muda |
| 1951-1957 |
Melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang. |
| 7 Desember 1957 |
Masuk novisiat Serikat Yesus di Girisonta, Jawa Tengah. |
| 1959-1961 |
Menjalani Tahun Yuniorat di Girisonta. |
| 1961-1964 |
Belajar filsafat pada Kolese de Nobili di Poona, India hingga mencapai gelar lincensiat atau Master of Philosophy. |
| 1964-1966 |
Menjadi Pamong dan Guru di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang. |
| 1966-1971 |
Belajar Teologi di Institut Filsafat Teologi Kentungan, Yogyakarta. |
| |
|
Pelayanan sebagai Imam Jesuit
|
| 18 Desember 1969 |
Ditahbiskan sebagai imam oleh Kardinal Justinus Darmojuwono di Gereja St. Antonius, Kota Baru, Yogyakarta. |
| 1971 |
Selama beberapa bulan menjadi pastor paroki Marganingsih di Kalasan, Yogyakarta. |
| 1971-1973 |
Menjadi Socius (wakil) Magister dan menjadi Minister (Urusan Rumah Tangga) di Novisiat SJ di Girisonta, di samping menjadi Pastor Paroki St. Stanislaus, Girisonta. |
| 1973-1977 |
Diangkat menjadi Socius Provinsial dan Superior di Komunitas Provinsialat, Karangpanas, Semarang. |
| 2 Februari 1975 |
Mengucapkan kaul terakhir dalam Serikat Yesus di Semarang. |
| 1978-1981 |
Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, anggota “Commissio de Ministeriis” dan koordinator “Commissio Educationis” Provinsi SJ Indonesia sekaligus Sekretaris Nasional untuk Komisi Para Jesuit Asia Timur yang berkarya di bidang Pendidikan |
| 15 Juni 1981-1983 |
Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia. |
| |
|
| Mengabdikan Diri untuk Keuskupan Agung Semarang |
| 1981-1983 |
Menjadi Anggota Dewan Penasehat Keuskupan dan Ketua Majelis Pendidikan Keuskupan. |
| 21 Februari 1983 |
Dengan Bulla (surat resmi) Bapa Suci dan diumumkan secara resmi tanggal 9 April 1983 ditunjuk sebagai Uskup Agung Semarang. |
| 29 Juni 1983 |
Pada hari Raya Petrus dan Paulus ditahbiskan sebagai Uskup Agung Semarang oleh Kardinal Justinus Darmojuwono di Gedung Olah Raga Jawa Tengah. Motto tahbisannya: “In Nomine Jesu” (dalam nama Yesus). |
| 28 April 1984 |
Melalui Decretum Bapa Suci dan diumumkan secara resmi tanggal 25 Juni 1984 ditunjuk menjadi Uskup Militer Indonesia untuk umat Katolik di lingkungan ABRI. |
| 1986-2 Januari 2006 |
Ditunjuk menjadi Uskup Militer di Indonesia bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri. |
| 20 Oktober 1990 |
Diangkat menjadi anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama. |
| November 1994 |
Diangkat menjadi anggota Kongregasi Penginjilan Bangsa-Bangsa. |
| 27 Oktober 1994 |
Ditunjuk menjadi Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II, dilantik tanggal 26 November 1994 di Vatikan Roma. |
| |
|
| Menjadi Uskup Agung Jakarta |
| 6 Desember 1995 |
Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II mengangkat Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ sebagai Uskup Agung Jakarta. |
| 29 Juni 1996 |
Dilantik sebagai Uskup Agung Jakarta. |
| April 2003 |
Diangkat menjadi anggota Dewan Kepausan untuk Budaya. |
| |
|
| Bertugas di MAWI/KWI |
| 1985-1988 |
Terpilih sebagai Ketua Komisi Hubungan Antar Agama (HAK) Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI, kini Konferensi Waligereja Indonesia/KWI). |
| 17 November 1988 |
Terpilih sebagai Ketua KWI selama tiga periode hingga tahun 1997. Setelah itu, beliau terpilih lagi mengemban tugas yang sama pada dua periode, yakni tahun 2000 hingga 2006. |
| 19 April-14 Mei 1998 |
Ditunjuk menjadi Presiden Delegat dalam Sidang Khusus Sinode Para Uskup Mengenai Asia. Sesudah sidang itu, beliau ditunjuk menjadi anggota Dewan Pasca Sidang Khusus, sampai sekarang. |
| 20 Februari 2003 |
Bersama para tokoh agama-agama di Indonesia menemui Paus Yohanes Paulus II di Vatikan untuk menyampaikan keprihatian bangsa Indonesia atas rencana penyerangan Amerika Serikat dan beberapa negara "sekutunya" terhadap Irak. |
| 15 Agustus 2005 |
Mendapat anugerah Bintang Mahaputera Utama dari pemerintah Republik Indonesia. Tanda kehormatan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, melalui Keputusan Presiden No. 056/TK/Tahun 2005 tertanggal 9 Agustus 2005, dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. |
Setelah usia ke-75 (20 Desember 2009), Bapak Kardinal mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Uskup Agung Jakarta kepada Bapa Suci Paus Benediktus XVI. Kemudian pada hari Senin, 28 Juni 2010 pk. 12.00 waktu kota Roma atau pk. 17.00 WIB Bapa Suci Paus Benediktus XVI menerima pengunduran diri beliau. Pada saat yang bersamaan, Mgr. Ignatius Suharyo (sebelumnya Uskup Agung Semarang kemudian diangkat menjadi Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta) menggantikan Bapak Kardinal sebagai Uskup Agung Jakarta.
(Sumber: Dalam Nama Yesus, Kutebarkan Jalaku. Buku Kenangan 25 Tahbisan Uskup Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. 2008)
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >> |