Main Menu
Berita
Arah Dasar Pastoral
Profil
Paroki
Pastoral Kategorial
Komisi
Lembaga
Dokumen
Links


Designed by:
Binus University
KAJ Ikutkan Peserta dalam Kursus Berpastoral Berbasis Data

Keuskupan Agung Jakarta mengikutsertakan 11 orang pesertanya dalam Kursus Berpastoral Berbasis Data yang diselenggarakan oleh Pusat Pastoral Yogya (PPY) 25-28 Februari 2010. Kesebelas peserta dari KAJ tersebut adalah Pst. Y. Subagyo Pr, Pst. Laurentius Tueng, OFM, Pst. Heru Jati Wahyuno, MSC, Pst. Lorensius Setyo Antoro, SCJ, Pst. Ign. Swasono Suprapto, SJ, Pst. Dominikus Situmorang, OFM.Cap, Pst. Manuel V. Valencia, CICM, Pst. A. Sukaryono, CM, Pst. Michael Irwan Susiananta, SJ, Pst. R. Priyo Handiyanto, OSC dan Felix Iwan Wijayanto. Tujuan mereka mengikuti program tersebut adalah untuk lebih memahami praksis berpastoral berbasis data dan mengembangkan kapasitas dalam bidang tersebut, agar semakin aktif berpartisipasi dalam gerak pastoral berbasis data di KAJ. Mereka mengikuti kursus tersebut bersama 12 peserta lain dari Keuskupan-keuskupan Bandung, Semarang, Sintang, Ruteng, dan Purwokerto.

Kursus tersebut difasilitasi oleh Tim PPY yang terdiri dari Pst. J.B. Mardikartono Sugito, SJ, Pst. F.A. Purwanto, SCJ, Pst. S. Gitowiratmo Pr dan Pst. A. Priyono Marwan, SJ.

Kursus tersebut diselenggarakan dalam urutan proses empat langkah, yakni

  1. belajar dari pengalaman pastoral dan mencermati data pastoral di tempat karya peserta,
  2. mempelajari Metode Dinamima Pastoral menurut teolog Jan Hendriks asal Belanda,
  3. berlatih menganalisis data pastoral (studi kasus) hingga menemukan insight pastoralnya, dan
  4. mempelajari sejumlah metode pengumpulan data.
Dari kursus tersebut, para peserta memperoleh sejumlah inspirasi penting dalam berpastoral berbasis data, yakni:
  1. Metode Dinamika Pastoral karya Jan Hendriks telah memberikan kerangka sistematik yang lebih dalam atas reksa pastoral yang selama ini sudah dilakukan para imam dan awam.
  2. Pentingnya kesadaran baru dalam berpastoral untuk bekerjasama secara partisipatif antara imam dan awam, tidak berjalan sendiri-sendiri, dalam berpastoral berbasis data, sesuai Arah Dasar Pastoral KAJ.
  3. Metode pendataan terbaik adalah sensus yang diikuti pemutakhiran data secara berkala. Namun terdapat sejumlah metode lain yang relevan untuk mewujudkan pastoral berbasis data, misalnya survei, wawancara kepada umat dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD).
  4. Data statistik demografi merupakan data mentah yang menjadi dasar penafsiran pastoral, baik secara pastoral maupun menurut pendekatan bidang-bidang lain, misalnya secara ekonomi (konsentrasi komposisi jumlah umat menurut kategori pekerjaan), secara pendidikan (konsentrasi pada jumlah umat menurut jenjang pendidikan), dsb.
  5. Munculnya harapan di balik pendataan statistik umat, yakni agar pelayanan pastoral yang berdasarkan data tersebut bisa menjawab kebutuhan umat.
Seusai mengikuti kursus tersebut, para peserta dari KAJ berniat menindaklanjutinya dengan sejumlah tindakan, yakni: melaporkan proses dan hasil kursus di forum Dewan Paroki masing-masing dan forum Pertemuan Dekenat masing-masing, melakukan pertemuan berkala (minimal sekali sebulan) untuk melanjutkan pembelajaran dan merancang-melakukan latihan-latihan konkret berpastoral berbasis data, termasuk untuk menyusun sejumlah rekomendasi kepada Uskup dan para staf KAJ untuk menggerakkan praksis berpastoral berbasis data di KAJ, serta melibatkan diri sesuai kapasitas dan keterbatasan masing-masing dalam pilot project sensus data umat di paroki St. Stefanus, Cilandak (mulai persiapan setelah Paskah 2010, akan dibantu Rm. F.A. Purwanto, SCJ). [Felix Iwan Wijayanto]
Last Updated ( Saturday, 06 March 2010 )
 
< Prev   Next >
http://kaj.or.id, Copyrighted 2008 KAJ . Designed by BINUS UNIVERSITY
Powered by Joomla!