|
Kabar Temu Kategorial KAJ
Tak kurang dari 400 orang wakil kelompok-kelompok kategorial menghadiri Temu Kategorial KAJ di Aula Katedral, Sabtu (23/1/2010). Acara tersebut serasa semakin istimewa karena dihadiri pula oleh Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Koajutor KAJ, yang berdialog dengan para peserta pertemuan. Menurut Pst. Al. Andang L. Binawan, SJ, Vikep Kategorial KAJ, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mempertemukan kelompok-kelompok kategorial se-KAJ agar saling mengenal dan menjalin persaudaraan, menegaskan gerak bersama sesuai Arah Dasar Pastoral KAJ dan membangun kelompok kategorial menjadi umat basis.
Dalam pertemuan tersebut Pst. Andang menegaskan bahwa umat basis yang ingin dibangun sesuai Arah Dasar Pastoral KAJ adalah umat lingkungan-teritorial dan kelompok kategorial sebagai satuan umat yang relatif kecil, mudah berkumpul secara berkala untuk mendengarkan firman Allah, lalu berbagi (sharing) masalah sehari-hari, baik masalah pribadi, kelompok ataupun masalah sosial, kemudian mencari pemecahannya.
Menurut Pst. Andang, agar mampu menjadi umat basis, kelompok-kelompok kategorial perlu memperhatikan penataan ke dalam dan ke luar. “Penataan ke dalam, (artinya) bagaimana masing-masing kelompok kategorial menata diri, maupun supaya kita tertata ke luar, kita mendorong kerjasama antar kita sekaligus mendukung kerjasama antar kelompok,” jelasnya.
Lebih lanjut Pst. Andang menjelaskan, penataan ke dalam berkaitan dengan adanya ciri-ciri primer pada setiap kelompok kategorial, yakni:
- Adanya sekumpulan orang sebagai anggotanya, laki-laki dan/atau perempuan, tergantung concern atau minat perhatian kelompok tersebut.
- Adanya nama, visi dan misi yang dirumuskan secara jelas terkait dengan Arah Dasar Pastoral KAJ.
- Adanya fokus kegiatan yang mengimplementasikan misi kelompok.
- Adanya kepengurusan yang jelas identitas dan alamatnya (telepon, e-mail) sekaligus sebagai contact person.
- Adanya moderator sebagai pendamping kelompok dan pengarah gerak rohani kelompok.
- Adanya pertemuan rutin dalam kelompok, sekurang-kurangnya sebulan sekali.
- Adanya kegitan doa dan membaca kitab suci bersama dalam pertemuan rutin kelompok, di mana moderator membimbing kelompok secara roohani dan memberikan pengajaran iman dan nilai-nilai Katolik.
- Adanya transparansi pengelolaan keuangan kelompok.
Sedangkan ciri-ciri sekunder pada setiap kelompok kategorial meliputi:
- Adanya kontak komunikasi dan kerjasama dengan kelompk kategorial lain, agar kelompok kategorial itu tidak eksklusif, melainkan inklusif.
- Adanya aksi sosial sebagai perwujudan iman yang inklusif, bukan sekadar mengisi kegiatan Paskah dan Natal, yang bisa dilakukan sendiri atau bekerjasama dengan kelompok kategorial lain.
- Adanya statistik kehadiran, untuk mengetahui siapa yang tidak hadir dan untuk itu perlu disapa lebih intens daripada yang lain, sebagai wujud pastoral gembala baik..
- Berwawasan lingkungan hidup, sesuai Arah Dasar Pastoral KAJ, terutama yang terfokus pada gerakan peduli sampah.
Sedangkan terkait karakter kelompok kategorial yang inklusif, Pst. Andang mengusulkan tiga tahap membangun inklusivitas, yakni:
- Inklusif tahap pertama: mengenal kelompok kategorial yang lain.
- Inklusif tahap kedua: bekerjasama juga dengan kelompok teritorial (mis. salah satu seksi di paroki, lingkungan, wilayah, atau salah satu paroki).
- Inklusif tahap ketiga, bekerjasama dengan kelompok-kelompok di luar Gereja.
Untuk itu, Pst. Andang sebagai Vikep Kategorial KAJ menawarkan gerakan kerjasama lintas kelompok kategorial dalam sejumlah kegiatan, yakni:
- Perhatian pada pekerja, baik yang yang sudah bekerja misalnya sebagai buruh, pekerja di lingkungan paroki, pekerja rumah tangga, dll. maupun mereka yang masih berburu dan belum mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan Job Fair.
- Perhatian terhadap keluarga muda melalui retret keluarga atau family gathering yang berusia perkawinan 10-15 tahun, dengan anak-anak yang sudah mencapai pendidikan SD/SMP.
- Pelayanan penjara (termasuk rumah tahanan).
[Sumber: Notula Pertemuan oleh Xaxa Documentation; dikirim oleh Pst. Markus Yumartana, SJ] |