Strategi Pastoral Gembala Baik membutuhkan pemekaran lingkungan. Lingkungan yang semula beranggotakan ratusan orang umat perlu dipecah, agar anggota tiap lingkungan menjadi lebih sedikit. Tapi ternyata ini bukan perkara mudah. “Di paroki kami masih ada lingkungan yang terlalu besar dan sulit dimekarkan. Mungkin karena relasi umat yang telanjur dekat satu sama lain,” jelas seorang pastor dalam pertemuan Uskup bersama pastor-pastor paroki se-Dekenat Tangerang di paroki St. Maria, Tangerang, Senin (20/4/2009). Bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini?
Ada banyak kesan yang muncul dalam diri (para wakil) umat ketika berdialog dengan Bapak Uskup saat kunjungan beliau ke paroki. Umumnya mereka senang dikunjungi pimpinan Gereja Keuskupan mereka. Namun, tak sedikit pula yang kaget, karena dalam kunjungan ke paroki-paroki di tahun 2009 ini, beliau sangat cermat dan jeli membaca laporan-laporan paroki, hingga menemukan kelemahan-kelemahan data statistik yang dilaporkan. Lho?
[Kabar Misa Paskah di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur]
Bisa jadi, Paskah tahun ini merupakan Paskah yang paling berkesan bagi umat Katolik warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Cipinang. Pasalnya, mereka berkesempatan merayakan Misa paskah bersama Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ, Uskup Agung Jakarta, Selasa, 14 April 2009. Hadir pula dalam Misa itu sejumlah pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dephukham), pejabat Lapas, dan umat Katolik lainnya.
Para imam yang berkarya di wilayah KAJ membarui janji imamat mereka dalam Misa Krisma di Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga (Katedral Jakarta), Rabu, 8 April 2009. Bapak Uskup yang memimpin Misa Krisma tersebut berpesan dalam homilinya, imamat harus dilihat sebagai karunia dari Allah sendiri dan kemudian bisa meletakkan kewenangan imamat untuk membangun Kerajaan Allah. Dengan rahmat itu, para imam dan awam dipanggil untuk terus mengejar kesucian.
[Kabar Doa Bersama Lintas Agama untuk Pemilu Damai]
Puluhan anak muda lintas agama mengikuti acara "Doa Bersama Lintas Agama untuk Pemilu Damai" di Aula SD St. Fransiskus, Kampung Ambon, Jakarta Timur, 4 April 2009. Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan (KomKep) KAJ ini menghadirkan Bapak Kapit (Pembimas Polsek Pulogadung), Pandita Jero Mangku (perwakilan agama Hindu), sejumlah anak muda Protestan dan Katolik